Rabu, 15 Juli 2009

Madu Asli Vs Madu Palsu

Madu asli atau madu palsu, bagaimana cara membedakannya? Berdasarkan survey dilapangan baik di Indonesia maupun di USA menunjukan bahwa hampir 80% madu yang beredar dipasaran adalah madu palsu. Lalu bagaimana caranya sebagai orang awam, kita bisa mengetahui madu itu Asli?

Madu asli sesungguhnya sangat mudah diketahui hanya dengan melihat dari sifat dan karakter fisiknya yang khas. Sayangnya, saat ini beredar madu palsu yang meniru sebagian dari sifat atau karakter fisik madu Asli. Sehingga bagi kebanyakan orang sangatlah susah untuk mengetahu keaslian madu, hanya dengan melihat secara fisik.

Ini adalah beberapa karakteristik fisik Madu Asli yang tidak bisa dipalsukan:

  1. Memutar Optik: Madu asli mempunyai kandungan gula yang spesifik yang dapat mengubah sudut putaran cahaya terpolarisasi.
  2. Higroskopis: madu asli bersifat menyerap air, jika madu dibiarkan terbuka pada tempat dengan kelembaban udara tinggi maka madu akan bertambah encer.
  3. Madu asli jika dituangkan ke dalam air hangat tidak akan pecah atau air akan tetap jernih sebelum diaduk. Bagi madu yang sudah dicampur akan lebih cepat membuat keruh.
  4. Sedangkan sifat2 madu yang umumnya dipalsukan antara lain: sifat madu yang bisa membuat telor matang, tidak tembus koran atau jika dikocok mengeluarkan gas.
  5. Kandungan madu yang juga tidak bisa dipalsukan adalah adanya kandungan Enzim Diastase. Kandungan diatase inilah salah satu yang digunakan acuan SNI untuk menentukan madu itu asli atau tidak. Karena enzim ini hanya bisa dihasilkan dari kelenjar ludah lebah.

Klau begitu….susah juga ya? Untuk bisa mengetahui madu itu asli. Ada beberapa tips agar kita kita bisa mendapatkan madu asli:

  1. Usahakan saat membeli mengetahui jenis nectar madu tersebut. Karena tiap nectar mempunyai sifat dan karakter fisik yang khas. Misalkan madu kapuk dan Kaliandra, madu kapuk tidak akan mengkristal walaupun disimpan lama di kulkas, sedangkan madu kaliandra akan cepat mengkristal spt gula. Jadi jika membeli madu kapuk tapi madu tersebut mengkristal bisa dipastikan madu itu palsu atau dicampur.
  2. Belilah madu asli di tempat yang dipercaya, seperti di Peternakan lebah. Jika tidak mengetahui dimana membeli madu yang asli setidaknnya bisa dilihat dengan membandingkan harganya.
  3. Lebih aman belilah madu ke peternak lebah yang telah mempunyai standar madu dari SNI. Dibawah ini lampiran standar madu dari SNI ttg madu.

    Standar Madu Asli berdasarkan SNI 01-3545-2004

    Jenis Uji

    Satuan

    SNI

    Aktifitas Enzim Diastase

    DN

    Min. 3

    Hidroxy Methyl Furfural (HMF)

    Mg/kg

    Maks. 50

    Kadar air

    % b/b

    Maks 22

    Gula Pereduksi

    % b/b

    Min. 65

    Sukrosa

    % b/b

    Maks. 5

    Keasaman

    Ml N NaOH/kg

    Maks. 50

    Abu

    % b/b

    Maks. 0.50

    Logam arsen (As)

    Mg/kg

    Maks. 0.50

Hal-hal diatas adalah sebagian cara untuk mengetahui madu asli atau madu palsu

Sabtu, 27 Juni 2009

obat kanker

Obat kanker dengan propolis dan royal jelly (sumber http://www.trubus-online.co.id)

‘Peluang untuk sembuh hanya 1%,’ kata dokter yang memeriksa Evie Sri. Sri mengidap kanker payudara stadium III. Celakanya sel kanker mengalami metastasis ke lever. ‘Rasanya seperti ditusuk-tusuk jarum,’ kata Sri. Namun, sebelas bulan kemudian Evie Sri masih bugar. Dokter yang memeriksa Sri terperangah, proses pengecilan sel kanker begitu cepat.

Evie Sri masih ingat ketika tangannya meraba sebuah benjolan di payudara kanan. Itu pada Februari 2008. Perempuan 50 tahun itu tak hirau lantaran benjolan tak menimbulkan sakit. Rasa sakit bagai ditusuk-tusuk jarum itu baru ia rasakan pada April 2008 sehingga ia bergegas ke rumahsakit. Saat itulah dokter mendiagnosis Evie Sri mengidap kanker payudara stadium III. Untuk mengatasi penyakit ganas itu, doker menyarankan biopsi dan 8 kali kemoterapi.

Biaya sekali biopsi Rp3,5-juta; kemoterapi, Rp6-juta. Artinya Sri mesti menyediakan dana Rp50-juta. Padahal, di tabungan cuma tersisa Rp7,5-juta. Itu yang membuat Evie Sri dan suami bimbang. Sri melakukan tes kadar CA15-3-untuk mengetahui antigen tumor payudara di darah, sekali lagi di sebuah laboratorium. Namun, hasilnya sama: kadar CA mencapai 172,95 µ/ml; kadar normal maksimal 30 µ/ml.

Hasil uji itu membuat mental Sri melorot. Sepekan lamanya ia menangis. Toh, akhirnya kepala sekolah dasar itu tak punya banyak pilihan. Ia menjalani 8 kemoterapi dengan interval 21 hari mulai Mei 2008. Setiap menyisir, ia melihat helaian rambut menempel di sisir. Itu salah satu efek kemoterapi, selain hilangnya nafsu makan sehingga badan kurus. Setelah 4 kali kemoterapi, dokter menyatakan bahwa kanker di lever Sri sembuh.

Muncul lagi

Setelah kemoterapi ke-8 pada September 2008, dokter menyarankan operasi pengangkatan payudara. Sri bergeming karena harus terbang ke tanahsuci untuk menunaikan ibadah haji. Sri kaget karena benjolan di payudara kian hari kian membesar dan mengeluarkan cairan kuning. ‘Rasanya seperti disilet dan ditusuk kawat besar,’ kata Sri.

Operasi pengangkatan akhirnya batal karena sel kanker membesar. Dokter menyarankan kemoterapi lanjutan. Menurut Dr Henry Naland Sp.B Onkologi, hampir semua manusia mempunyai onkogen alias gen pembawa kanker di kromosom sel. Dengan bantuan zat penyebab kanker alias karsinogen, sel normal berubah menjadi sel ganas. ‘Namun, sistem kekebalan tubuh yang baik bisa menghambat timbulnya kanker,’ kata Henry.

Menurut Henry ada beberapa faktor yang bisa menimbulkan kanker, termasuk kanker payudara. Makanan berlemak dan kurang serat salah satu pemicu kanker. Tak hanya itu, keletihan, merokok, stres, pencemaran lingkungan, dan faktor genetika pun turut berperan dalam timbulnya kanker.

Pada Januari 2009, Sri mengkonsumsi campuran propolis, madu, dan royal jelli yang sudah diolah dalam bentuk sirup. Sri mengkonsumsi 3 kali sehari masing-masing sesendok makan. Efek yang ia rasakan, tubuh merasa nyaman, rasa nyeri seperti tusukan kawat dan teriris silet hilang.

Hal penting lain, benjolan di payudara mengecil dari 4 cm menjadi 0,5 cm. Ketika memeriksakan diri, dokter sampai terheran-heran melihat perkembangan sel kanker yang mengecil.

Sitotoksik

Propolis ampuh mengendalikan sel kanker payudara? Propolis bermakna pelindung sarang lebah dari ancaman pihak luar. Ia bersifat desinfektan untuk mensterilkan lebah yang masuk sarang. Lebah rentan serangan virus dan bakteri. Propolis biasanya bersumber dari resin atau getah tanaman, kemudian dicampur dengan lilin dan direkat dengan air liur lebah.

Propolis yang dikonsumsi Evie Sri diuji oleh Laboratorium Penelitian dan Pengujian Terpadu (LPPT) Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta. Hasilnya, propolis kaya akan kandungan alkaloid, flavonoid sebagai antioksidan, polifenol, saponin, tanin dan quercetin. Menurut Costas Koumenis, asisten profesor di Pusat Kesehatan Baptis Universitas Wake Forest, Amerika Serikat, propolis pun kaya kandungan CEPA Caffeic Acid Phenetyl Eester. CEPA bersifat antiperadangan dan berfungsi melindungi kerusakan sel hati akibat pemberian obat-obatan kemoterapi.

Khasiat propolis sebagai pembunuh sel kanker dibuktikan oleh Tri Yuliati SKM dari LPPT UGM. Ia menguji keampuhan propolis untuk menguji sel HeLa dan sel SiHa (kanker rahim), sel T47D (kanker payudara), serta MCF7 (kanker payudara). Hasilnya, propolis mempunyai nilai LC50 15,625-62,5 g/ml. LC50 adalah konsentrasi yang menyebabkan kematian sel kanker sebesar 50%.

Hasil serupa dibuktikan oleh Dr drh Pudji Astuti MP dan drh Sitarina Widyarini, MP, PhD dari LPPT UGM. Caranya, 40 tikus betina galur Sprague dawley umur 5 minggu dibagi ke dalam tiga kelompok perlakuan. Masing-masing kelompok berjumlah 10 ekor.

Kelompok 1 diinduksi dengan DMBA dimetilbenz(a)ntrasen yang bersifat karsinogenik. Dalam kelenjar susu, DMBA ini akan diubah menjadi epoksida, suatu metabolik aktif perusak molekul DNA. Itu, suatu kondisi penyebab timbulnya kanker payudara. DMBA dilarutkan terlebih dahulu dalam minyak jagung dan diinduksikan dengan dosis 20 mg/kg bobot tubuh.

Kelompok II sepekan sebelum pemaparan DMBA, diberi propolis berdosis 2,5 ml/kg bb sebanyak 2 kali sehari. Tikus dalam kelompok ketiga diinduksi DMBA berdosis 20 mg/kg bb. Sepekan sebelum perlakuan tikus diberi minyak jagung yang diinduksi DMBA dengan dosis dan frekuensi yang sama dengan kelompok 2. Pemberian minyak jagung dan propolis dengan dosis yang sama tetap dilajutkan selama proses pemberian DMBA.

Hasilnya: ketika diukur sebulan kemudian pada kelompok I perkembangan nodul alias benjolan pada tikus semakin membesar, mencapai 87,5% dari 8 tikus yang tersisa. Bandingkan dengan kelompok 2 dan 3 yang memberikan hasil nodul semakin mengecil masing-masing mencapai 69,23% dan 66,66% dari hewan uji. Penelitian itu pun membuktikan terjadi pengecilan nodul dari diameter 1,8 cm menjadi 0,6 cm setelah 1 bulan pemberian propolis. Hasil itu persis yang dialami Evie Sri. (Faiz Yajri/Peliput: Rosy Nur Apriyanti)

Selasa, 09 Juni 2009

Propolis

Propolis telah di gunakan untuk menyelesaikan permasalahan gigi selama berabad-abad, karena efek dari perawatan gigi menggunakan propolis ini dapat segera terlihat/terbukti dan sudah menjadi bahan penelitian klinis yang popular di Negara Barat maupun Negara Timur.


Penggunaan propolis untuk kedokteran gigi di Inggris telah berkembang dengan pesat selama beberapa tahun. Propolis popular digunakan untuk mengatasi masalah gigi berkat hasil kerja Philip Wands yang memiliki beberapa klinik dokter gigi di Manchester. Dia secara konstan memakai propolis untuk perawatan berbagai masalah gigi.


Dalam study tahun 1995, dia melaporkan tentang pengalaman rekan-rekannya di Inggris dalam penggunaan propolis untuk merawat ulceration oral (50 kasus), denture trauma, gigi palsu, herpetic (hepes) dan ulceration oral menyakitkan non spesifik. Perawatan dengan cara menggunakan 50% propolis cair langsung pada area terinfeksi. Perawatan dengan propolis cair ini dapat menyembuhkan hanya dalam 2 hari. Peradangan gusi (periodontal inflammation) yang disebabkan oleh pencabutan gigi bungsu juga dirawat dengan propolis.


Propolis cair direkomendasikan sebagai mouthwash (obat kumur) dan breath freshner (penyegar bau mulut). Dia juga merekomendasikan propolis untuk sabun tangan antiseptik operasi.


Di Jepang propolis diuji cobakan pada binatang yang di prakarsai oleh Universitas of Japan 1991, menemukan bahwa tikus yang diberi air berkandungan propolis berkurang tingkat lubang pada gigi secara signifikan dari tikus yang tidak diberi propolis.






Study dari Rusia,tahun 1990, merekomendasikan propolis untuk perawatan pengisian saluran akar gigi (root canal filling) karena kandungan anesthetic dan bone regenerating (pembiusan dan pertumbuhan tulang). Pada tahun yang sama,study dari Rumania menunjukan bahwa pasta berisi propolis dan zinc oxide dipakai pada pulpa gigi dapat meningkatkan produksi dentin dan meningkatkan reminsalisasi tulang.

Pada tahun 1989 Dr.Gafar dari Rumania, menggunakan propolis untuk mengobati masalah oral cavity dibandingkan dengan bahan lain yang terkandung dalam produk hygien oral. Dia menemukan bahwa propolis efektif untuk merawat peradangan gusi dan membran muncous juga untuk menyembuhkan luka secara efektif.


Penelitian yg dilakukan pada anjing pada tahun 1987 di Yugoslavia,memperlihatkan bahwa propolis meningkatkan aliran darah pada pulpa gigi. Penelitian lebih lanjut pada gigi sapi di Czekoslovakia. pada tahun 1988 memperlihatkan bahwa propolis menurunkan peradangan dan menstimulasi proses penyembuhan


Para peneliti dari Rumania, pada tahun 1983,memproduksi produk propolis-royal jelly (Gingiprop) yang digunakan untuk mengobati gingivitis hasilnya memuaskan. Produk yang serupa berbahan dasar propolis (propolan) yang di produksi oleh peneliti Kuba. Pada tahun 1986 telah digunakan untuk mengobati gingivitis kronis, hasilnya juga memuaskan. Peneliti Jerman pada tahun yang sama juga mempelajari dalam pembentukan plaqne dan gingivitis, menyimpulkan bahwa propolis dapat dipakai untuk meningkatkan oral hygiene (kebersihan/higienitas mulut)


Pada tahun 1980 Dr.Scmidt peneliti Jerman ,mengadakan percobaan obat kumur dari propolis. Hasil penelitian menunjukan bahwa pasien penderita gingivitis (bengkak pada gusi) dan pada penyakit periodontal lain memperlihatkan kemajuan signifikan setelah 4 minggu penggunaan dengan melihat penurunan tingkat pembentukan plaque dan peradangan gusi. Moutwash tersebut berisi satu bagian dari 1:10 cairan propolis dari 5 bagian air, digunakan pada malam dan pagi hari.


SELF HELP


Gunakan propolis cair sebagai obat kumur atau propolis cair diteteskan pada bagian gigi, gusi atau mulut yang terinfeksi/bermasalah.


Peternakan lebah Bina Apiari Indonesia menyediakan propolis cair dan madu propolis yang berkwaitas. Segera dapatkan produk tersebut untuk menjaga kesehatan Anda. (www.binaapiari.com)

. Propolis: Sang Penyembuh Luar Biasa
.PROPOLIS
· Kediaman Lebah Sebagai Antibiotik dan Antikanker
· Royal Jelly : Rahasia Awet Muda
· Bee Pollen: Makanan Terlengkap Nutrisinya di Alam
· MADU Mengurangi Resiko Penyakit Jantung

Senin, 02 Juni 2008

Manfaat Madu: Penderita Saluran Pernafasan

Hasil penelitian di Bulgaria mengenai efek terapi dari manfaat madu terhadap penderita saluran pernafasan seperti bronchitis, asma dan sinusitis menunjukan hasil yang memuaskan. Penelitian ini dilakukan oleh S.Mladenov dengan makalahnya berjudul “Disease of the Air Passages Treated With Honey” . Penelitian ini melibatkan 17.862 penderita saluran pernafasan terdiri dari 8.836 pria dan 9,026 wanita dengan rentang usia 21-60 tahun.

Telah kita ketahui bahwa lebah madu menghasilkan madu, bee pollen, propolis dan royal jelly yang sangat bermanfaat bagi kesehatan tubuh manusia. Madu murni atau madu mentah yang dikemas tanpa proses pemanasan sangat baik untuk penyembuhan saluran pernafasan karena didalamnya masih terkandung propolis dan bee pollen yang masih segar.

Dari hasil penelitian ini menemukan manfaat madu yang mempunyai sifat bakterisid, anti-alergi, anti-radang dan pengencer dahak (sebagai obat batuk) yang kesemuanya memperbaiki ketahanan tubuh dan memperbaiki sel-sel rusak yang diserang penyakit.

Hasil penelitian sebagai berikut:

Jenis penyakit

sembuh total

perbaikan nyata

membaik

negatif

Bronchitis kronis

64,4%

23,5%

6,3%

5,6%

Asma bronkitis

62%

26%

5,6%

6%

Asma bronkhiale

55,4%

30,5%

5,8%

8,5%

Rhinitis kronis

82%

14%


4%

Sinusitis

56%

14%

16%

14%

Sumber: Peranan perlebahan untuk kesehatan oleh dr.Zen Djaja

Sesuai hasil laporan pengobatan di atas, maka manfaat madu: “ Pengobatan terhadap penyakit saluran pernafasan non-spesifik dengan madu sangat efisien dan tepat.”